Senin, 20 Juni 2016

Ficlet : Rain Man



[Ficlet] Rain Man
By Tainn



G//AU//Comedy//SchoolLife//FriendShip
Cast : Wei Junhui (Jun SVT) dan Hong Jisoo (Joshua SVT), OC
Disclaimer : Semua cast di cerita ini bukan milik saya. Saya hanya meminjamnya untuk kepentingan cerita. Hanya mengklaim plot dan isi cerita milik saya. Saya tidak bermaksud menyebabkan kerusakan karakter dan mengambil keuntungan dari itu.
-o0o-
“Tapi jika kau benar lelaki hujan, aku beruntung punya lelaki hujan di dekatku.”
-o0o-
Hujan? Gumam Jisoo. Aku tahu ini akan terjadi... Jisoo tersenyum manis, maniknya menoleh ke kanan. Jisoo menatap temannya, Jun. Jun tersenyum lirih membalas senyuman Jisoo.
“Apa kau pikir ini karena-ku?” Jun membalas Jisoo dengan ketus.
Jisoo beralih menatap rinai hujan yang kini membasahi telapak tangan kanannya, yang sengaja ia ulurkan. Jisoo menggeleng. Jun tersenyum lega. Namun dengan cepat Jisoo kembali menatap sepasang manik Jun. Jisoo menggeleng dengan cepat, membuat Jun mengernyitkan keningnya memasang ekspresi bingung.
“Ah!” desah Jun. “Kau sama dengan yang lain.” Jun menatap kosong rinai hujan. Hening sejenak.
“Tentu saja tidak.” Jawab Jisoo dengan nada datar, kini tangan kanannya turun membuat basah lantai di samping sepatu hitamnya.
Jun menatap Jisoo penuh tanya berharap lelaki itu akan menjelaskan semuanya. “Aku berbeda.” Sambung Jisoo. “Aku tak percaya tentang lelaki hujan.” Terlihat jelas senyum mengambang di wajah Jun. “Hujan sudah diatur, Jun.” Pungkas Jisoo.
“Kau memang sahabat terbaikku.” Jun mengaitkan lengannya ke dalam lengan Jisoo, layaknya seorang sepasang kekasih.
Jisoo merasa tak nyaman dan menjauhkan tangan Jun.“Tapi jika kau benar lelaki hujan, aku beruntung punya lelaki hujan di dekatku.” Sambung Jisoo. Jun bergidik mendengar kata manis yang keluar dari mulut Jisoo.
“Apa! Jadi kau pun menganggapku lelaki hujan?” Jun terlihat kesal. Namun Jisoo tak menghiraukannya, ia malah membuka tas ransel yang sedari tadi bersandang di punggungnya.
“Aku bukan lelaki hujan!” Jun terlihat semakin marah atas perlakuan Jisoo padanya. Jisoo masih tak menghiraukan ocehan Jun, ia seperti asik mencari sesuatu dalam tas ranselnya.
Jisoo mengeluarkan payung berwarna biru muda dari tasnya.
“Kau membawa payung di musim panas? Bagaimana bisa kau tahu hari ini akan turun hujan?” Jun terlihat lupa akan amarahnya.
Jisoo lagi-lagi tak menghiraukan Jun. Jisoo menebarkan pandangan ke seluruh penjuru, seperti mencari sesuatu, Jun mengikuti arah pandangan Jisoo.
Jisoo berjingkit-jingkit –walaupun badannya sudah cukup tinggi –guna memperluas pandangannya. Beberapa detik kemudian sebuah senyuman terlukis di wajah Jisoo. Jisoo melambaikan tangan ke arah seseorang yang kini balas melambai di antara kerumunan murid-murid di koridor yang sempit,  Seorang gadis yang terlihat lebih muda darinya.
Gadis itu berlari-lari kecil ke arah Jisoo. Menerobos melewati kerumunan murid, sambil sesekali meminta maaf jika tak sengaja lengannya menyenggol yang lain. Napasnya terengah-engah, ia diam sejenak mencoba menetralkan kecepatan napasnya. Surai panjangnya bergoyang tertiup angin, berwarna hitam sepanjang bahu.
Setelah kecepatan napasnya kembali seperti layaknya, “Maaf, Jisoo oppa.” Ujarnya.
Jisoo menggeleng, Tak apa. “Aku membawa payung.” Jisoo mengangkat payungnya. “Mau ku antar?” Jisoo tersenyum manis. Gadis itu hanya tersenyum malu sambil mengangguk kecil.
Jisoo membuka payungnya dan bersedia hendak melaju menerobos hujan, dan sepertinya tak ingat lagi pada Jun.
“Hei!” Jun akhirnya ambil suara, Jisoo menoleh. “Apa kau melupakanku? Apa kau tak ingin mengajakku juga?” Jun menatap Jisoo memohon, namun dengan sedikit kesan marah pada suaranya.
“Tenanglah.” Jawab Jisoo. Jisoo berjalan beberapa langkah mendekati Jun, Jun diam. “Aku tak mungkin melupakanmu, sahabat baikku.” Jisoo memegang kedua pundak Jun dan menepuk salah satu lengan laki-laki hujan itu serta tak lupa menunjukkan senyuman yang lebar padanya –yang sebenarnya terlihat menyebalkan bagi Jun –.
Kamudian Jisoo membalikkan badannya, menjangkau tasnya dan  memberikan sebuah payung, dan tak lupa meninggalkan kata-kata perpisahannya pada Jun, Jisoo berbisik. “Kerja bagus Jun! Besok turunkan hujan lagi, ya?” Jisoo tersenyum manis.
Jisoo berjalan di bawah naungan payung bersama gadis itu. “Jisoo!” Jun berteriak, membuat Jisoo berpaling.
“Ah!” Jisoo teringat akan suatu hal. “Lain kali hujannya jangan terlalu deras, ya?” Jisoo menyaringkan suaranya.
“Hei!” Jun ingin menghentikan langkah Jisoo, namun gagal. Jun hanya dapat melihat punggung Jisoo yang terlihat semakin menjauh.
“Jisoo... setidaknya pinjami aku payung yang... huuh...” Jun menatap miris pada payung yang diberikan Jisoo, lidahnya terlalu sulit berkata-kata. Payung berwarna pink polkadot dengan renda dan pita di sekelilingnya.
“Dia memanfaatkanku dan membuangku.” Jun terlihat begitu malu, mungkin sekarang semua murid yang berteduh di koridor sekolah sedang menatapnya dengan payung Jisoo. “Aku tak tahu Jisoo punya payung seperti ini.” Jun tersenyum geli.

Fin
Terima kasih semuanya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar