[Ficlet] Rain Man
By Tainn
G//AU//Comedy//SchoolLife//FriendShip
Cast : Wei Junhui
(Jun SVT) dan Hong Jisoo (Joshua SVT), OC
Disclaimer : Semua cast di cerita ini bukan milik saya.
Saya hanya meminjamnya untuk kepentingan cerita. Hanya mengklaim plot dan isi
cerita milik saya. Saya tidak bermaksud menyebabkan kerusakan karakter dan
mengambil keuntungan dari itu.
-o0o-
“Tapi jika kau benar lelaki hujan,
aku beruntung punya lelaki hujan di dekatku.”
-o0o-
Hujan? Gumam
Jisoo. Aku tahu ini akan terjadi... Jisoo
tersenyum manis, maniknya menoleh ke kanan. Jisoo menatap temannya, Jun. Jun
tersenyum lirih membalas senyuman Jisoo.
“Apa kau pikir ini karena-ku?” Jun
membalas Jisoo dengan ketus.
Jisoo beralih menatap rinai hujan
yang kini membasahi telapak tangan kanannya, yang sengaja ia ulurkan. Jisoo
menggeleng. Jun tersenyum lega. Namun dengan cepat Jisoo kembali menatap
sepasang manik Jun. Jisoo menggeleng dengan cepat, membuat Jun mengernyitkan
keningnya memasang ekspresi bingung.
“Ah!” desah Jun. “Kau sama dengan
yang lain.” Jun menatap kosong rinai hujan. Hening sejenak.
“Tentu saja tidak.” Jawab Jisoo
dengan nada datar, kini tangan kanannya turun membuat basah lantai di samping
sepatu hitamnya.
Jun menatap Jisoo penuh tanya
berharap lelaki itu akan menjelaskan semuanya. “Aku berbeda.” Sambung Jisoo.
“Aku tak percaya tentang lelaki hujan.” Terlihat jelas senyum mengambang di
wajah Jun. “Hujan sudah diatur, Jun.” Pungkas Jisoo.
“Kau memang sahabat terbaikku.” Jun
mengaitkan lengannya ke dalam lengan Jisoo, layaknya seorang sepasang kekasih.
Jisoo merasa tak nyaman dan
menjauhkan tangan Jun.“Tapi jika kau benar lelaki hujan, aku beruntung punya
lelaki hujan di dekatku.” Sambung Jisoo. Jun bergidik mendengar kata manis yang
keluar dari mulut Jisoo.
“Apa! Jadi kau pun menganggapku
lelaki hujan?” Jun terlihat kesal. Namun Jisoo tak menghiraukannya, ia malah
membuka tas ransel yang sedari tadi bersandang di punggungnya.
“Aku bukan lelaki hujan!” Jun
terlihat semakin marah atas perlakuan Jisoo padanya. Jisoo masih tak menghiraukan
ocehan Jun, ia seperti asik mencari sesuatu dalam tas ranselnya.
Jisoo mengeluarkan payung berwarna
biru muda dari tasnya.
“Kau membawa payung di musim panas?
Bagaimana bisa kau tahu hari ini akan turun hujan?” Jun terlihat lupa akan
amarahnya.
Jisoo lagi-lagi tak menghiraukan Jun.
Jisoo menebarkan pandangan ke seluruh penjuru, seperti mencari sesuatu, Jun
mengikuti arah pandangan Jisoo.
Jisoo berjingkit-jingkit –walaupun
badannya sudah cukup tinggi –guna memperluas pandangannya. Beberapa detik
kemudian sebuah senyuman terlukis di wajah Jisoo. Jisoo melambaikan tangan ke
arah seseorang yang kini balas melambai di antara kerumunan murid-murid di
koridor yang sempit, Seorang gadis yang
terlihat lebih muda darinya.
Gadis itu berlari-lari kecil ke arah
Jisoo. Menerobos melewati kerumunan murid, sambil sesekali meminta maaf jika
tak sengaja lengannya menyenggol yang lain. Napasnya terengah-engah, ia diam
sejenak mencoba menetralkan kecepatan napasnya. Surai panjangnya bergoyang
tertiup angin, berwarna hitam sepanjang bahu.
Setelah kecepatan napasnya kembali
seperti layaknya, “Maaf, Jisoo oppa.”
Ujarnya.
Jisoo menggeleng, Tak apa. “Aku
membawa payung.” Jisoo mengangkat payungnya. “Mau ku antar?” Jisoo tersenyum
manis. Gadis itu hanya tersenyum malu sambil mengangguk kecil.
Jisoo membuka payungnya dan bersedia
hendak melaju menerobos hujan, dan sepertinya tak ingat lagi pada Jun.
“Hei!” Jun akhirnya ambil suara,
Jisoo menoleh. “Apa kau melupakanku? Apa kau tak ingin mengajakku juga?” Jun
menatap Jisoo memohon, namun dengan sedikit kesan marah pada suaranya.
“Tenanglah.” Jawab Jisoo. Jisoo
berjalan beberapa langkah mendekati Jun, Jun diam. “Aku tak mungkin
melupakanmu, sahabat baikku.” Jisoo memegang kedua pundak Jun dan menepuk salah
satu lengan laki-laki hujan itu serta tak lupa menunjukkan senyuman yang lebar
padanya –yang sebenarnya terlihat menyebalkan bagi Jun –.
Kamudian Jisoo membalikkan badannya,
menjangkau tasnya dan memberikan sebuah
payung, dan tak lupa meninggalkan kata-kata perpisahannya pada Jun, Jisoo
berbisik. “Kerja bagus Jun! Besok turunkan hujan lagi, ya?” Jisoo tersenyum
manis.
Jisoo berjalan di bawah naungan
payung bersama gadis itu. “Jisoo!” Jun berteriak, membuat Jisoo berpaling.
“Ah!” Jisoo teringat akan suatu hal.
“Lain kali hujannya jangan terlalu deras, ya?” Jisoo menyaringkan suaranya.
“Hei!” Jun ingin menghentikan langkah
Jisoo, namun gagal. Jun hanya dapat melihat punggung Jisoo yang terlihat
semakin menjauh.
“Jisoo... setidaknya pinjami aku
payung yang... huuh...” Jun menatap miris pada payung yang diberikan Jisoo,
lidahnya terlalu sulit berkata-kata. Payung berwarna pink polkadot dengan renda
dan pita di sekelilingnya.
“Dia memanfaatkanku dan membuangku.”
Jun terlihat begitu malu, mungkin sekarang semua murid yang berteduh di koridor
sekolah sedang menatapnya dengan payung Jisoo. “Aku tak tahu Jisoo punya payung
seperti ini.” Jun tersenyum geli.
Fin
Terima kasih semuanya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar