[Drabble]Earth and Moon
Staring : Boo
Seungkwan(Seventeen), Moon Min Ji(OC)
Rating
: PG-13
Length
: Drabble
Genre
: AU; Comedy; Fluff; Friendship
Disclaimer
: I just own the plot
Minji sibuk bersua dengan
buku-buku tebalnya. Ia mencoba
memfokuskan maniknya pada buku ilmu
pengetahuan yang sejak lama berada di depanya, Minji mencoba untuk tidak
memperhatikan seseorang yang tengah berada di depannya –yang berhasil mengambil atensinya tanpa sengaja –.
"Bisakah
kau berhenti melahap semua itu?" Akhirnya Minji mulai tak tahan dengan kelakuan kawannya yang satu ini.
Seungkwan lawan bicaranya yang seperti tak mendengarkan Minji sama sekali, Seungkwan
masih sibuk dengan bahan bakarnya
siang ini.
"Kenapa?
Ini semua punyaku," balas Seungkwan. "Katakan saja kau iri karena kau
harus berkutat dengan buku sementara aku tak perlu melakukannya." Lengkap dengan intonasi suara dan ekspresi tampang
mengejek khas-nya.
"Setidaknya
kau bisa membolehkanku mencicipinya..." tangan kanan Minji maju beberapa senti
untuk meraih snack Seungkwan –dengan perlahan mencoba tak kelihatan sang empunya –.
Dengan
secepat kilat tangan Seungkwan menjauhkannya dari Minji "Kau perlu diet.
Jika kau mencicipinya aku yakin kau menginginkannya lagi. Katakan saja kau
memerlukan bantuanku?" Ujar Seungkwan.
Jujur sedikit tak nyambung bagi gadis bermarga Moon itu antara makanan dan
bantuan, lagi pula Minji tak mengalami kelebihan berat badan untuk takaran
gadis normal.
Minji mendesah, si chubby Seungkwan
hanya mencoba mengalihkan pembicaraan "Baiklah! Jadi
apa kau bisa membantuku?" jika tak mendapatkan makanannya setidaknya aku bisa
mendapatkan bantuan gratis.
"Memangnya
apa pertanyaannya sesulit itu?"
Seperti biasa Seungkwan berlagak sombong.
"Mengapa
bulan mengelilingi bumi?" Selalu ada
desah napas jengkel yang tanpa sadar Minji lakukan jika harus berurusan dengan
lelaki yang satu ini.
"Itu
soal gampang." Katanya meremehkan. "Karena besar grafitasi bumi enam
kali besar grafitasi bulan dan massa bulan yang lebih kecil dari bumi."
Jelas Seungkwan.
Minji melongo, beberapa hari ini otaknya tak berfungsi dengan baik
rupanya.
"Huh..
Biar ku tebak! Kau tak menemukan jawabannya di pilihan, kan?." Seungkwan
mendesah pelan. Minji
tersenyum malu sambil
mengangguk pelan. "Gaya tarik bumi itu sama dengan Gaya Grafitasi
bumi." lanjut Seungkwan.
Minji menatap bukunya, lalu
tersenyum lebar. Ia menatap Seungkwan, dan tersenyum padanya menandakan bahwa
jawaban Seungkwan tepat.
"Bumi
itu seperti dirimu.." lanjut Seungkwan sambil beranjak dari kursinya. Minji hanya menatap bingung.
"Dan aku laksana bulan yang akan selalu berada di sekitarmu, sulit untuk
jauh darimu.." Seungkwan mengeluarkan senyum manisnya. Pipi Minji memerah padam.
"Aku bersungguh-sungguh.."
sambung Seungkwan lagi. Minji terdiam, menunggu
kalimat selanjutnya yang akan keluar dari Seungkwan.
"Kenyataan
berarti kau lebih berat dariku." Seungkwan mencoba menahan tawanya.
Seketika itu juga wajah Minji
memerah karena marah.
"Bagaimana
bisa kau mengatakan aku lebih berat darimu? Pipimu saja lebih besar dariku!"
Minji berargumen.
"Hanya
pipiku!" Seungkwan membalas.
Minji harusnya tahu bahwa
semua akan berakhir seperti ini, Seungkwan tak mungkin mengatakan hal manis
padanya. Padahal Minji
begitu mengharapkannya.
End
Ketikan komentar plis~
and thanks sudah membacanya~
maafkan segala keanehan yang tertulis di
cerita ini~
sekian~
terima kasih~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar