Rabu, 29 Juni 2016

Drabble : Earth and Moon



[Drabble]Earth and Moon

Staring : Boo Seungkwan(Seventeen), Moon Min Ji(OC)
Rating : PG-13
Length : Drabble
Genre : AU; Comedy; Fluff; Friendship
Disclaimer :  I just own the plot

Minji sibuk bersua dengan buku-buku tebalnya. Ia mencoba memfokuskan maniknya pada buku ilmu pengetahuan yang sejak lama berada di depanya, Minji mencoba untuk tidak memperhatikan seseorang yang tengah berada di depannya –yang berhasil mengambil atensinya tanpa sengaja –.

"Bisakah kau berhenti melahap semua itu?" Akhirnya Minji mulai tak tahan dengan kelakuan kawannya yang satu ini. Seungkwan lawan bicaranya yang seperti tak mendengarkan Minji sama sekali, Seungkwan masih sibuk dengan bahan bakarnya siang ini.

"Kenapa? Ini semua punyaku," balas Seungkwan. "Katakan saja kau iri karena kau harus berkutat dengan buku sementara aku tak perlu melakukannya." Lengkap dengan intonasi suara dan ekspresi tampang mengejek khas-nya.

"Setidaknya kau bisa membolehkanku mencicipinya..." tangan kanan Minji maju beberapa senti untuk meraih snack Seungkwan –dengan perlahan mencoba tak kelihatan sang empunya –.

Dengan secepat kilat tangan Seungkwan menjauhkannya dari Minji "Kau perlu diet. Jika kau mencicipinya aku yakin kau menginginkannya lagi. Katakan saja kau memerlukan bantuanku?" Ujar Seungkwan. Jujur sedikit tak nyambung bagi gadis bermarga Moon itu antara makanan dan bantuan, lagi pula Minji tak mengalami kelebihan berat badan untuk takaran gadis normal.

Minji mendesah, si chubby Seungkwan hanya mencoba mengalihkan pembicaraan "Baiklah! Jadi apa kau bisa membantuku?" jika tak mendapatkan makanannya setidaknya aku bisa mendapatkan bantuan gratis.

"Memangnya apa pertanyaannya sesulit itu?" Seperti biasa Seungkwan berlagak sombong.

"Mengapa bulan mengelilingi bumi?" Selalu ada desah napas jengkel yang tanpa sadar Minji lakukan jika harus berurusan dengan lelaki yang satu ini.

"Itu soal gampang." Katanya meremehkan. "Karena besar grafitasi bumi enam kali besar grafitasi bulan dan massa bulan yang lebih kecil dari bumi." Jelas Seungkwan.

Minji melongo, beberapa hari ini otaknya tak berfungsi dengan baik rupanya.

"Huh.. Biar ku tebak! Kau tak menemukan jawabannya di pilihan, kan?." Seungkwan mendesah pelan. Minji tersenyum malu sambil mengangguk pelan. "Gaya tarik bumi itu sama dengan Gaya Grafitasi bumi." lanjut Seungkwan.

Minji menatap bukunya, lalu tersenyum lebar. Ia menatap Seungkwan, dan tersenyum padanya menandakan bahwa jawaban Seungkwan tepat.

"Bumi itu seperti dirimu.." lanjut Seungkwan sambil beranjak dari kursinya. Minji hanya menatap bingung. "Dan aku laksana bulan yang akan selalu berada di sekitarmu, sulit untuk jauh darimu.." Seungkwan mengeluarkan senyum manisnya. Pipi Minji memerah padam.

"Aku bersungguh-sungguh.." sambung Seungkwan lagi. Minji terdiam, menunggu kalimat selanjutnya yang akan keluar dari Seungkwan.

"Kenyataan berarti kau lebih berat dariku." Seungkwan mencoba menahan tawanya. Seketika itu juga wajah Minji memerah karena marah.

"Bagaimana bisa kau mengatakan aku lebih berat darimu? Pipimu saja lebih besar dariku!" Minji berargumen.

"Hanya pipiku!" Seungkwan membalas.

Minji harusnya tahu bahwa semua akan berakhir seperti ini, Seungkwan tak mungkin mengatakan hal manis padanya. Padahal Minji begitu mengharapkannya.
End

Ketikan komentar plis~

and thanks sudah membacanya~

maafkan segala keanehan yang tertulis di cerita ini~

sekian~

terima kasih~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar