Rabu, 29 Juni 2016

Drabble : English Diary



[Drabble] English Diary


Staring : Hong Jisoo (Seventeen), ‘Aku’ (OC)
Genre : AU, Romance, School Live
By Tainn
Disclaimer : Hong Jisoo bukan milik saya, saya hanya meminjamnya untuk mendukung cerita buatan saya.
#
“Kau tak akan mengerti!”
#
Tanganku dengan lincahnya mencoretkan beberapa tulisan dengan tinta hitam di atas kertas putih yang bersih. Disamping kananku terdapat sebuah buku kamus tebal yang sejak tadi terbuka lebar. Sesekali aku menengok ke arah kamus kecil bersampul biru itu, lalu kemudian menulis beberapa kata lagi.
Aku duduk di atas kursi di ruang kelasku, terlihat sangat sibuk. Sebenarnya situasi disini sama sekali tak mendukungku untuk belajar bahasa inggris, di setiap sudut ruang terdengar suara ribut yang benar-benar menggangguku. Ada yang memainkan gitar dan bernyanyi dengan suaranya yang sumbang, ada yang heboh nge-gosip dan lain sebagainya.
Ku letakkan bolpoin hitamku di atas meja, ku letakkan asal. Ku coba meluruskan pinggangku dengan melakukan beberapa gerakan peregangan.
Dengan cepat sebuah tangan seseorang telah menyambar bukuku tanpa meminta izin. Aku mencoba meraih bukuku, namun gagal. Aku mendongak menatap wajah seseorang yang tengah tersenyum bahagia seakan baru dapat kado.
Ia sengaja mengangkatnya setinggi yang ia bisa, benar-benar menghina tinggi badanku. Aku hanya diam duduk di kursi tak menghiraukan senyuman menyebalkannya itu.
“Kau tak akan mengerti,” ujarku dengan nada sombong, yang sebenarnya aku hanya menutupi kekuranganku.
Ia mengernyitkan dahinya, seakan berkata benarkah?
Jisoo. Laki-laki berperawakan tinggi itu adalah laki-laki yang cerdas dan pandai berbahasa.
Kau perlu menerjemahkannya per-kata. Begitulah diriku, benar-benar payah dalam bahasa inggris.
Aku menyilangkan kedua tanganku di depan dada, mencoba menutupi rasa malu, karena seluruh isi buku itu tentangnya.
Ia menatap buku itu sejenak, membacanya. Kumohon! Jangan mengerti! Aku terus berdoa dalam hati.
ia menatapku sejenak. Kau tak mengerti, kan?
Aku balas menatapnya sambil terus berharap dalam hati. Ia meletakkan bukuku ke tempat semula. Hening.
Aku kembali duduk tegap dan kemudian menatap bukuku lagi. Apa kau mengerti?.
Ia menatapku, masih menatapku, hingga membuatku sulit bergerak dan hampir sulit untuk bernapas secara teratur. Kini senyumannya membuat jantungku berdetak kian cepat.
Mengapa ia tersenyum? Apa ia tahu semuanya? Atau itu hanyalah senyum mengejek tulisanku yang aneh?
Tanpa berkata apapun, ia berbalik dan meninggalkanku yang terpaku membeku di tempat. Masih terbayang senyuman terakhir yang ia lantunkan padaku. Jisoo...
Tapi kepergiannya membuatku dapat bernapas lagi. Tapi,
Ia berhenti berjalan dan kemudian berbalik. Aku terkejut.
“Jika kau mau..” ia berhenti sejenak, matanya beralih ke arah yang tak menentu. “Aku bisa mengajarimu,”
Aku masih diam seperti patung, membisu. Ia kembali menatapku dan kemudian kembali meninggalkanku. Jisoo?
-End-

Thanks banget bagi yang udah baca!! J maafkan daku yang masih pemula.. hehehe!
Maaf... >_<” jika ceritanya agak aneh.. dan endingnya gantung banget.. maaf juga jikalau ada kesalahan-kesalahan lain..
Tolong tinggalkan komen, ya! Apalagi kalau ada yang mau ngasih saran dan kritik! Mohon bantuannya! Saya masih penulis pemula..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar