Gadis itu menatap bingung kedua
orang pemuda yang berdiri di depannya. Ia sudah mengenal keduanya sejak
beberapa minggu yang lalu, tapi bukan tentang mereka yang membuatnya bingung,
melainkan apa yang baru saja kedua orang itu katakan padanya. Gadis itu
memainkan jemarinya perlahan, kebiasaannya jika sedang berpikir.
“Jadi, kalian berdua
menyukaiku?” Pertanyaan bodoh,
rutuknya dalam hati. Bukankah mereka berdua baru saja menyatakan perasaannya
kepada gadis itu. “Kalau begitu, katakanlah pada dunia tentang hal itu,”
pintanya kemudian.
Pria dengan pipi chubby itu langsung berbalik dan berlari
meneriakkan betapa dia menyukai gadis bernama Eunha. Setelah berkeliling, ia
kembali dengan nafas putus-putus, rambut cokelatnya basah oleh keringat. Eunha
menatap Seungkwan dengan khawatir, takut pria itu akan pingsan karena
kelelahan.
Sedangkan pria yang
satunya—Jihoon—pria yang sedang memegang setangkai bunga mawar berwarna peach senada dengan warna rambutnya itu
hanya terdiam. Dia melangkah memperpendek jaraknya dengan gadis itu,
mendekatkan dirinya dan membisikkan sesuatu ketelinga Eunha, “Eunha, aku
menyukaimu”
“Bukankah aku memintamu
mengatakannya pada dunia?”
Jihoon tersenyum, “Karena
bagiku, kamulah duniaku”
-oOo-
Sedangkan di sisi lain...
Seungkwan memegangi perutnya yang mendadak sakit, bukan karena kelelahan
berlari, tapi karena mendengar kata-kata cheesy
yang diucapkan hyung-nya itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar