Rabu, 29 Juni 2016

Ficlet : Oppa



[Ficlet] Oppa!


byTainn
Lee Ji hoon(Seventeen) & Aku (OC)
PG-13//Friendship//school life//AU//Romance
Lee Ji Hoon bukan milik saya. Saya hanya meminjam tokoh/karakter untuk kepentingan cerita. Hanya mengklaim plot, isi cerita, dan poster milik saya. Saya tidak bermaksud menyebabkan kerusakan karakter dan mengambil keuntungan dari itu.
-o0o-
“Jadi, kau akan memanggilku Oppa?”
-o0o-
Aku menghentikan langkahku, dengan langkah terakhir yang ku hentakan dengan keras sebagai pelampiasan kekesalanku. Aku berbalik. Laki-laki itu tepat berada di belakangku. Laki-laki pendek berambut ungu.
“Mengapa kau mengikutiku, Ji hoon?” tanyaku dengan nada kesal.
Oppa! Oppa Ji hoon!” Ji hoon merajuk.
“Sudah berapa kali ku katakan?” suaraku menaik, “Umur kita sudah sama!” emosiku mulai melunjak.
“Tapi... aku lahir satu tahun lebih awal darimu!” Sanggah Ji hoon mencoba membela diri.
“Tapi kau telah meninggal satu tahun yang lalu!” aku terbawa emosiku hingga tak sengaja mengatakannya. Wajahnya terlihat sedih.
Ji hoon? Aku sama sekali tak bermaksud... maaf jika aku membuatmu sedih lagi...
Aku mencoba menunjukkan wajah memelas memohon ampunnya. Ia tertunduk sejenak menatap tanah tempat aku berpijak sekarang, terlihat kakinya menggambang di udara.
Ne.” Ia menganggkat kepalanya dan menatapku. Tersenyum manis sambil memiringkan kepalanya beberapa derajat ke kiri.
“Apa hanya karena itu umurku tak bertambah?” ia menyilangkan kedua tangannya di dada.
“Umur di hitung sejak kau lahir sampai kau...” aku tak sanggup mengatakannya, terlalu takut jika ia teringat kembali. “Jadi sekarang umur kita sama.” Aku melanjutkan melukiskan langkah di tanah berbatu.
“Kau bisa melihatku. Dan aku masih disini. Itu artinya aku masih hidup, kan?” Ji hoon melayang dengan cepat, ia berhenti di depanku.
“Di dunia lain, Ji hoon!” tanpa berhenti, aku melewatinya yang tembus pandang. Tanpa berpaling sedikitpun untuk menatapnya.
“Tapi...” Ji hoon memasang wajah memelas.
“Sudahlah lupakan!” aku mengambil langkah kaki yang lebih cepat, mencoba meninggalkannya lebih jauh.
Gagal. Ia melayang dengan cepat dan kini berada di sampingku.
“Jadi, kau akan memanggilku, Oppa Ji hoon?” pertanyaan yang sama lagi. Pertanyaan yang sejak kemarin ia tanyakan.
Aniyo!” aku menghentakkan kakiku layaknya seorang prajurit perang, mencoba menggertaknya.
“Ji hoon berhentilah mengajakku berbicara. Bagaimana jika ada yang melihatku? Apa yang akan mereka pikirkan?” mungkin saja nanti aku di sangka orang sakit jiwa!
Ji hoon tersenyum tipis. “Jadi, kau akan memanggilku Oppa?” ia memasang wajah imutnya lengkap dengan kedua kelopak matanya yang berkedip-kedip cepat.
“...” skakmat. Aku kehabisan kata-kata dan terlalu lelah memberinya penjelasan, ia tak kunjung mengerti, atau pura-pura untuk tak mengerti?
***
Halte bus hari ini terasa sepi. Aku duduk menunggu. Dan dia di sampingku, Ji hoon. “Jadi, kau akan memanggilku Oppa?
“Apa kau tak puas mengganggu ketenangan hidupku di sekolah hari ini?” suaraku terdengar serak, aku sama sekali tak bersemangat kali ini untuk berdebat dengan makhluk pendek ini!
“Aku baru mengganggu ketenanganmu hari ini.” Nada suaranya terdengar serius. Aku menoleh.
“Apa kau ingin balas dendam padaku, karena aku tak memanggilmu Oppa?” aku kembali bersemangat untuk membuatnya kembali seperti biasanya. “Hanya karena itu.. dan kau-” suara terhenti.
“Hanya itu! Dan kau telah mengganggu ketenangan jiwaku?” aku terdiam. Mencoba mencerna kata-katanya.
“Apa maksudmu?” aku dicampakkan. Ia beranjak dan meninggalkanku, melayang dengan lunglai.
“Ji hoon! Kau mau kemana?”
Tanpa berbalik sedikitpun. “Bukankah kau tak ingin aku berada di sampingmu? Bukankah itu mengganggumu?” tanpa berhenti, ia terus melayang dengan menundukkan kepalanya.
Ji hoon...
Ji hoon Oppa...
Aku tak pernah ingin mengatakannya di depanmu... aku takut jika ku katakan kau akan tenang, dan pergi meninggalkanku... apa aku telah salah? Mengapa aku terlalu takut untuk kehilanganmu, lagi?
Fin
By Tainn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar