Rabu, 29 Juni 2016

Ficlet : Fly



Title : Departure Series –FLY
By Tainn

G/Contain 413 words/AU/Non canon//Slice of Life//Dark mungkin
Park Jinyoung (Junior GOT7)
Park Jinyoung bukan milik saya. Saya hanya meminjam tokoh/karakter untuk kepentingan cerita. Hanya mengklaim plot milik saya. Saya tidak bermaksud menyebabkan kerusakan karakter dan mengambil keuntungan dari itu.
-o0o-
Aku hanya ingin terbang.
-o0o-
Angin berhembus, perlahan menghilangkan air yang mengandung amonia – gas tak berwarna yang berbau menusuk—di kedua belah pelipis lelaki muda itu. Dirasakannya udara pegunungan yang sejuk memasuki organ pernapasannya.

Di sanalah ia kini, lelaki bermarga Park itu. Pegunungan kecil yang terletak di kampung halamannya dulu. Bukan maksud untuk menenggok nenek yang tertulis di silsilah keluarga kecilnya, bukan pula untuk sekedar menghirup udara pedesaan sembari menghilangkan rasa penat setelah berguru di perguruan tinggi.

Mungkin beberapa kawan seperjuangannya kini, tengah berkutat dengan buku-buku tebal yang hanya berisikan tulisan yang membuat pening bagi pembacanya.

Berbeda dengan pemikiran seorang Jinyoung. Jinyoung biasanya bukanlah seorang yang memiliki angan-angan yang terlalu tinggi, ia lebih suka berpikir logis dan melakukan hal yang manusiawi. Tekanan berat yang diberikan ketika berkuliah, membuatnya sedikit lebih sering berkhayal.

Ia merentangkan tangannya. Tepat di puncak gunung, ia bergaya layaknya superhero di film-film. Ia memejamkan matanya. Terlihat sebuah kurva terbentuk di antara kedua pipinya, walau terlihat remang-remang namun sudah cukup membuatnya terlihat senang. Ia hanya sendiri, dengan pakaian yang seadanya.

Apa hanya aku yang memikirkannya? Batinnya dalam hati.

Aku ingin mengarungi samudra. Menlintasi benua. Menyentuh puncak himalaya. Tidur sembari memeluk beruang di kutub utara. Apa hal ini terlihat aneh?

Aku hanya ingin terbang. Tanpa kapal terbang yang besar. Tanpa benda bermesin dengan baling-baling di atasnya. Tanpa sebuah jet yang melesat dengan cepat. Aku hanya ingin terbang layaknya burung di atas langit, menembus awan-awan yang terlihat selembut kapas.

Tanpa sebuah dorongan. Jinyoung turun meluncur ke bawah secepat grafitasi bumi. Ia biarkan jasadnya terjun mencium tanah bumi. Ia biarkan medan grafitasi bumi menariknya ke pusat. Ia biarkan angin pegunungan menerpa tubuhnya. Angin pegunungan mencoba menahan tubuhnya agar tak menyentuh bumi, namun hanya ketidakberhasilan yang ada.

Jinyoung perlahan membuka kedua matanya. Jinyoung tak berani menengok ke bawah, untuk sekedar mengetahui keberadaannya sekarang. Satu per dua belas menit kemudian ia tersadar. Dirasakannya jemari kakinya menjulur kebawah, namun ia tak merasakan dinginnya tanah lumpur di antara padi-padi yang telah menguning itu.

Pertanyaan pertama yang terbesit di pikirannya, Aku terbang? Ataukah hanya melayang?

Dengan keberanian yang ia kumpulkan, ia menatap ke bawah. Nihil, ia bahkan tak dapat melihat kakinya. Namun kebenaran akan ia dapat merasakan keberadaan kakinya tak ada maksud untuk ditarik kembali.

Lagi-lagi senyuman terukir di antara kedua belah pipinya, membuatnya terlihat lebih manis. Ia melayang. Dan bisa terbang. Dan terlihat jelas ia benar-benar bahagia. Keinginan kecilnya terkabul, menjadi nyata.

Jinyoung terbang menjauh. Melakukan hal-hal yang ingin ia lakukan dengan kemampuannya yang sekarang, tanpa raga sebagai selimut jiwanya. Ia terlihat bahagia.
End

Terima kasih bagi yang bersedia membaca cerita aneh ini. sekian.
//cerita apa ini?// maaf jika cerita ini gaje//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar