Hide and Seek
Joshua Hong SVT
SeeMe
Seperti biasa,
dua jam setelah pulang sekolah, suara itu akan terdengar. Ruangan ke sepuluh di
lantai tiga, ruangan yang terletak tepat di ujung koridor. Bekas ruangan musik
yang sudah tidak digunakan entah sejak kapan.
Seperti biasa,
aku akan berdiri dalam keheningan, mencoba menghilangkan tanda kehadiranku agar
tak mengusiknya. Bersembunyi dalam sebuah lemari tua bekas penyimpanan
berkas-berkas.
Seperti biasa,
dirinya akan meletakkan tas sekolahnya di kursi dekat jendela, mengambil sebuah
gitar tua yang tersimpan di balik tirai. Memetiknya perlahan, suara gitar itu
mengudara ditemani suaranya yang menenangkan. Seperti biasa, menyanyikan lagu
yang sama. Yang entah bagaimana tidak pernah terasa membosankan.
Tapi tidak seperti
biasa, di tengah lagu ia berhenti.
“Kamu siapa?”
Sial! Aku ketahuan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar